Rabu, 08 Januari 2014




TEMPO.CO , Jakarta:Kuasa Hukum Keluarga Cikeas, Palmer Situmorang mengklaim, tarif normal jasanya sebagai pengacara biasanya sekitar US$ 500 per jam. Angka ini belum termasuk seluruh biaya keperluan dirinya dan tim dalam beracara seperti transportasi dan penginapan.


Akan tetapi, menurut dia, timnya tak akan menerapkan gaji atau tarif normal untuk beracara bagi keluarga Cikeas. Palmer serta dua anggotanya, Hafzan Taher dan Bactiar Sitanggang, sepakat menerapkan tarif yang tak akan melebihi gaji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Gaji presiden hanya sekitar Rp 120 juta per bulan. Kami tak akan sampai itu, kami tak mau membuat presiden bangkrut," kata Palmer.


Pengacara dan keluarga Cikeas belum membicarakan masalah bayaran dalam pertemuan pertama mereka. Pertemuan yang digelar di Istana Bogor pada 9 Desember 2013 tersebut lebih banyak membahas perihal sejumlah fitnah yang dilontarkan kepada keluarga Cikeas.


Palmer menyatakan, timnya merasa malu untuk menerapkan biaya normal kepada SBY. Mereka menilai kepercayaan yang didapat adalah sebuah harga yang cukup tinggi dalam karir. Akan tetapi, mereka mengklaim bersikap profesional sehingga tetap meminta bayaran layak. »Kami berterima kasih sudah dipercaya,” kata Palmer.

Belajar dari Clinton

Ia memaparkan, dasar pertimbangannya adalah peristiwa mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang mengalami bangkrut untuk membayar pengacara. Clinton dikabarkan sampai harus dibantu sejumlah kerabatnya secara finansial dalam penyelesaian kasus hukum hubungannya dengan Monika Lewinsky.

Palmer dan tim memenuhi undangan SBY ke Istana Bogor pada 9 Desember 2013. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono dan istrinya Aliya Rajasa, serta ajudan Presiden. (Baca:Kronologi SBY Tunjuk Palmer Jadi Pengacara Cikeas )

SBY, menurut Palmer, memaparkan secara singkat beberapa fitnah dan tuduhan yang dialamatkan kepada keluarga Cikeas. Sejumlah tuduhan yang mengarah ke keluarga Cikeas, di antaranya tuduhan barter jabatan Wakil Presiden Boediono dengan kebijakan bailout Bank Century, aliran dana ke Ibas dalam kasus Hambalang, dan Sylvia Sholeha alias Bu Pur--diduga terlibat pengaturan proyek Hambalang--disebut dekat dengan Ani Yudhoyono. (baca:SBY dan Palmer Bahas Tuduhan 2 Jam di Istana Bogor)


Selain itu, dalam kasus kuota impor daging sapi, saksi menyebut SBY dekat dengan pengusaha Sengman Tjahja dan Non Saputri. Deviardi, terdakwa kasus suap SKK Migas, mengatakan Komisaris Utama PT Kernel Oil Pte Ltd Widodo Ratanachaitong dekat dengan Ibas.

FRANSISCO ROSARIANS

Sumber 

Minggu, 22 September 2013

Ilham Udin Armayin Bawa Indonesia U-19 Juara ( Indonesia Vs Vietnam )

TRIBUNNEWS.COM,SIDOARJO – Tim nasional Indonesia U-19 berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-19. Pada pertandingan final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam WIB, skuat ‘Garuda Jaya’ menang 0 (7) – (6) 0 melalui drama tendangan adu penalti.
Kedudukan 0-0 bertahan sampai pertandingan di waktu normal. Wasit melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Namun sampai peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan tidak ada gol tercipta.
Pertandingan pun dilanjutkan ke adu penalti, sampai penendang kedelapan kedudukan masih sama. Namun pada penendang ketujuh dari Vietnam, penjaga gawang Ravi Murdianto mampu menepis bola. Sementara, Ilham Udin Armayin selaku penendang kesembilan dari Indonesia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri memainkan para pemain terbaik. Hanya Maldini yang berada di bangku cadangan posisinya digantikan oleh Dinan Yahdian. Sementara di lini tengah dimainkan kapten tim Evan Dimas.
Pada babak pertama, skuat ‘Garuda Jaya’ kesulitan menghadapi Vietnam U-19 dikarenakan tekanan para pemain lawan. Vietnam menguasai bola, permainan lini per lini mereka pun sangat rapat. Sebaliknya, Indonesia sering kali membuat kesalahan sendiri.
Vietnam mempunyai peluang emas mencetak gol pada menit ke-27, Nguyen Van Toan menendang bola dalam keadaan bebas, namun penjaga gawang Ravi Murdianto masih bisa menyelamatkan. Nguyen C. Phuong juga mendapatkan peluang pada menit ke-35, Ravi kembali menyelamatkan gawang.
Menjelang pertandingan pada babak pertama berakhir, Indra Sjafri memasukkan Maldini menggantikan Dinan Yahdian. Pergantian dilakukan, karena Dinan tidak bermain maksimal.
Pada babak kedua, pertandingan berlangsung seru. Kedua kesebelasan tampil menyerang untuk mencetak gol. Pelatih Indra Sjafri memasukkan Hendra Sandi menggantikan Hargianto pada pertengahan babak kedua. Masuknya Sandi membuat permainan skuat ‘Garuda Jaya’ lebih rapi. Terlihat, gawang Vietnam beberapa kali berada dalam keadaan terancam, namun belum ada gol tercipta.
Pertandingan di waktu normal berakhir 0-0. Wasit melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Pada babak perpanjangan waktu, terlihat Vietnam U-19 sudah kelelahan. Beberapa pemain Vietnam mengalami kram di lapangan. Sayang, Indonesia tidak mampu memaksimalkan kondisi ini. Sampai pertandingan pada babak perpanjangan waktu berakhir, kedudukan tetap 0-0. Pertandingan pun dilanjutkan ke tendangan adu penalti.
Sampai penendang kedelapan kedudukan masih imbang. Namun pada penendang ketujuh dari Vietnam, penjaga gawang Ravi Murdianto mampu menepis bola. Sementara, Ilham Udin Armayin selaku penendang kesembilan Indonesia mampu melaksanakan tugas dengan baik.

Sumber 

Ravi Murdianto: Perasaan yang Luar Biasa ( Indonesia Vs Vietnam )

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO – Suasana gembira terlihat di wajah ofisial dan pemain tim nasional Indonesia U-19, setelah meraih gelar juara ajang Piala AFF U-19. 
Pada pertandingan final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam WIB, skuat asuhan ‘Garuda Jaya’ mengalahkan Vietnam U-19 melalui drama tendangan adu penalti. Pada waktu normal kedua kesebelasan berbagi hasil imbang 0-0.
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri seketika langsung sujud syukur sebagai tanda berterima kasih kepada Tuhan. Evan Dimas dkk pun langsung menangis tidak percaya berhasil meraih gelar juara. 
Kapten tim nasional Indonesia, Evan Dimas mengangkat trofi gelar juara Piala AFF U-19. Trofi itu kemudian diarak oleh pelatih Indra Sjafri bersama para pemain keliling stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Penjaga gawang tim nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto tampil sebagai pahlawan kemenangan di pertandingan final Piala AFF U-19.  Aksi gemilang Ravi membuat gawang Timnas Indonesia U-19 tidak kebobolan dari serbuan penyerang Vietnam U-19.  Penendang penalti terakhir Vietnam pun gagal memasukkan bola, dikarenakan penyelamatan dia.
“Perasaan senang, saya tidak bisa membayangkan. Ini luar biasa,” tutur Ravi saat diwawancara salah satu saluran televisi swasta.   
Ribuan penonton yang menyaksikan langsung perjuangan para pemain Indonesia pun turut berbahagia. Bagi Indonesia, ini merupakan trofi pertama di ajang AFF U-19. Di level senior, Indonesia bahkan belum pernah meraih gelar juara.

Sumber