Senin, 24 Maret 2014

Ronaldo Sewa 4 Jet untuk Angkut Keluarga ke Brasil.

TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo diberitakan akan menyewa empat pesawat jet pribadi untuk membawa rombongannya ke Piala Dunia 2014. Hal itu diutarakan oleh pihak Angkatan Udara Brasil (FAB) pada Jumat (21/3/2014) yang dilansir AFP.


"Cristiano Ronaldo dan skuad Portugal akan tiba di Brasil dengan pesawat yang juga mengangkut 200 wartawan Portugal. Selain itu ada 4 pesawat jet pribadi yang mengangkut keluarganya," kata Kolonel Ary Bertolino, Kepala Pusat Navigasi FAB.
Sementara harian Mirror memberitakan bahwa keluarga yang diangkut Ronaldo itu terdiri dari ibunya, dua kakak perempuannya beserta para suami mereka, putranya, Cristiano Ronaldo Jr, sang pacar Irina Shayk, dan teman-temannya. Pesepak bola terbaik dunia tahun 2013 itu juga memesan hotel bintang 5 sebagai akomodasi rombongan besarnya itu.
Bertolino menjelaskan bahwa skuad Portugal akan tiba di Campinas pada 7 Juni 2014, begitu pula dengan rombongan Ronaldo. Pihaknya telah memberikan izin pesawat-pesawat itu untuk memasuki wilayah udara Brasil, dan mendarat di Campinas. Bahkan FAB mempersilakan pesawat-pesawat itu parkir di bandara militer Campinas selama mereka berada di Brasil.
Pihak FAB termasuk yang repot dengan hajatan besar Piala Dunia 2014, karena mereka yang bertanggung jawab dengan keamanan dar udara. Saat ini pihak FAB tengah mengajukan izin "wilayah larangan terbang" selama pelaksanaan Piala Dunia, untuk mencegah aksi teror dari udara. Jika izin itu diperoleh mereka boleh menembak pesawat sipil asing tanpa identitas yang terbang di atas 12 kota tempat Piala Dunia diselenggarakan.

Sumber & Berita Terbaru Lainnya (KLIK)

Rabu, 08 Januari 2014

Goyangan Oplosan YKS Dinilai Seronok, FPI Ancam Demo Trans TV

ORMAS Front Pembela Islam (FPI) mengaku menerima laporan masyarakat bahwa goyangan yang dipertontonkan di Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV melanggar batas kewajaran.


FPI pun beberapa waktu lalu sudah melayangkan teguran keras ke pihak Trans TV untuk menghentikan goyang "Oplosan". Juga telah berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengambil tindakan tegas.

"Kami sudah berkoordinasi dengan KPI untuk menghentikan goyang 'Oplosan' di YKS Trans TV," ucap sekretaris DPD (Dewan Perwakilan Daerah) FPI DKI jakarta, ustadz H. Novel Bamu'min, saat dihubungi wartawan, Rabu (8/1).

Kalau surat yang dilayangkan tetap tak juga ditanggapi pihak Trans TV, FPI mengancam akan melakukan demo di depan kantor Trans.

"Kita tunggu dulu satu-dua hari ini, kalau suratnya tak ditanggapi kita akan demo Trans TV," katanya.
Goyang "Oplosan" di acara YKS sendiri sekarang sudah berubah. Beberapa gaya goyang yang dituding seronok sudah diubah. (man/ade)

Sumber 

Pemerintah Surabaya Klaim Eks PSK Sudah Disangoni

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo, mengatakan migrasi eks pekerja seks di lokalisasi Dolly ke Malang bukan suatu hal yang aneh. Supomo pun menilai kepindahan mereka tidak ada kaitannya dengan rencana penutupan Dolly. "Mereka kan memang berpindah-pindah. Kalau tempatnya bagus, ya, pindah," kata Supomo saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Januari 2014.


Supomo menyayangkan PSK eks Dolly tidak benar-benar bertobat. Pemerintah, kata dia, sudah memberikan berbagai pelatihan keterampilan untuk para PSK dan mucikari sebelum mereka dientaskan dari lokalisasi. Di antaranya keterampilan menjahit, memasak, menyulam, dan sebagainya.

Para alumni lokalisasi Dolly, kata Supomo, juga mendapat uang pesangon dari Pemerintah Kota Surabaya untuk dimanfaatkan sebagai modal berwirausaha. »Ternyata pesangon tersebut tidak dimanfaatkan semestinya,” ujarnya.

Menurut Supomo, penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu tidak begitu sulit. Rencananya, sebelum memasuki bulan Ramadan tahun ini, Dolly resmi ditutup. Ketika ditanya mengapa Dolly tidak ditutup sesegera mungkin, Supomo menjawab dengan guyonannya. "Menunggu Anda istikharah dulu, baru saya tutup," ujarnya (lihat: 2014, Dolly Bersih dari Prostitusi ).

Yayasan Paramitra Malang menemukan sedikitnya 10 PSK dari Dolly "membuka praktek" di Kabupaten Malang. Mereka menyerbu lokalisasi di daerah Kabupaten Malang dan sekitarnya, seperti lokalisasi Suko di Kecamatan Sumberpucung.

Selain Suko, masih ada banyak lokalisasi di Malang, yakni lokalisasi Slorok dan Kandangsapi di Kecamatan Gondanglegi, lokalisasi Kali Kudu di Kecamatan Pujon, lokalisasi Kebobang Wonosari, serta lokalisasi Kromengan, Kebobang, dan Embong Miring di Kecamatan Ngantang. Di antara beberapa lokalisasi tersebut, tampaknya Suko menjadi favorit PSK asal Surabaya. Selain Surabaya, eks PSK Banyuwangi dan Tulungagung juga menyerbu Malang.

Kebijakan pemerintah daerah menutup kawasan lokalisasi dengan memberikan santunan kepada PSK maupun mucikari ternyata belum cukup efektif. Menurut Marsikan, pemerintah harus lebih serius memberi bekal keterampilan agar para pekerja seks ini siap beralih profesi. »Lokalisasi tak bisa ditutup sepihak tanpa memberi bekal keterampilan yang memadai,” kata Marsikan kepada Tempo, Selasa, 7 Januari 2013.

Sumber